JELANG HARI BUMI, 22 APRIL 2017
Reporter/editor: Darwis waru
“Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Menggelar Acara”. Kutipan kalimat bersayap tersebut menggambarkan geliat Komunitas Gusdurian Poso dalam merespon nuansa terkini. Melalui diskusi interaktif sesama aktivis, Komunitas yang digawangi oleh kaum muda ini setiap bulan berjalan menggelar kegiatan diskusi lintas Kafe.
“Pilihan berdiskusi di Kafe, merupakan respon positif kami atas kondisi kekinian yang sedang digandrungi anak muda. Jadi melalui diskusi ini kami berharap anak muda tidak sekedar meramaikan kafe, tapi juga bisa berdiskusi dalam suasana santai, bersahabat, tenang dan menyenangkan ”, kata All Tampakatu, salah seorang pegiat Gusdurian Poso, yang ditemui Kaili Post, di sela-sela kesibukannya menyiapkan Ngobrol Inspiratif (NGOPI) di Kafe Matahari, kemarin malam.
Untuk acara Ngopi bulan ini, Komunitas Gusdurian mencoba merespon hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2017. “Kami merasa perlu mengajak sesama kaum muda untuk melakukan refleksi atas kondisi terkini bumi yang kita huni. Kita semua ada dalam satu bumi, dan menjadi tanggungjawab kita semua untuk merawatnya atas nama kemanusiaan”, urai Koordinator pelaksana, Stevandi.
Ia menambahkan, khusus untuk acara Ngopi yang akan digelar Jumat malam, 21 April 2017 mendatang, panitia akan menghadirkan, Ketua Solidaritas Perempuan (SP) Evani Hamzah, dan Direktur Pelaksana, Yayasan Panorama Alam Lestari (YPAL), Yoppy Harry. Kedua nara sumber tersebut akan dipandu langsung oleh Senior Gusdurian Poso, Ronald Mosiangi, dengan topik diskusi ‘Peduli Bumi Peduli Kemanusiaan’.
Diketahui, Komunitas Gusdurian adalah himpunan anak muda yang mengikuti dan mengkaji pikiran dan gagasan progresif K.H Abduurahman Wahid, tentang pluralisme, toleransi, budaya, dan isu kemanusiaan lainnya. **

0 komentar:
Posting Komentar