reporter/editor: Darwis waru
Palu,- KABAR Memprihatinkan itu datang dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulawesi Tengah. Bayangkan saja, dalam kurun waktu 15 tahun, sedikitnya, 234 orang di Sulteng telah meninggal akibat terjangkit penyakit AIDS, 982 orang dinyatakan terinfeksi HIV, sementara 587 orang tercatat sebagai pengidap kasus aids.
Demikian pemaparan KPA Sulteng dalam sebuah pertemuan koodinasi yang menghadirkan KPA Kabupaten-Kota, di Aula Bappeda Sulteng, pekan lalu. Selain menampilkan data dalam bentuk tabel, pertemuan yang dibuka oleh Gubernur Sulteng, Longky Djanggola itu, juga mendiskusikan upaya penanggulangan HIV/ADS menuju Sulteng yang sehat dan mandiri.
Aktivis Gema Lentera Peduli Tadulako (Maleo) Sulteng, Agus Saleh Tampakatu, menilai rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh KPA Provinsi baru-baru ini, sejatinya menjadi momen yang tepat untuk melakukan gerakan bersama secara sinergi dalam memerangi aids. Karena itu katanya, intansi Pemerintah terkait, khususnya yang ada di daerah tidak sekedar mengeluarkan kampanye akan bahaya aids, tapi juga pro aktif dalam memberi sosialiasi tentang penyebaran HIV/Aids dan bentuk penanggulangannya.
“Selama ini, terkadang pemerintah lebih banyak mengkampanyekan bahaya penyakit aids, tapi kurang dalam menjelaskan bentuk penyebarannya, sehingga bukannya mengurangi korban, malah membuat pengidap penyakit HIV, terisolasi dari masyarakat”, kata Agus Saleh kepada Kaili Post, usai menghadiri pertemuan di Palu.
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan penanggulangan penyakit yang mematikan itu, komunitas peduli HIV/Aids perlu melakukan maping di daerah masing-masing, dengan melibatkan semua stake holders yang ada untuk mendapatkan gambaran tentang titik rawan, dan wilayah potensi penyebarannya.
Diketahui, dari 13 Kabupaten-Kota di Sulawesi Tengah, Kota Palu masih menempati urutan teratas, dengan jumlah orang yang terinfeksi HIV mencapai 610 orang, Kabupaten Banggai 71 Orang, dan Kabupaten Poso sebanyak 54 Orang. **
Palu,- KABAR Memprihatinkan itu datang dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulawesi Tengah. Bayangkan saja, dalam kurun waktu 15 tahun, sedikitnya, 234 orang di Sulteng telah meninggal akibat terjangkit penyakit AIDS, 982 orang dinyatakan terinfeksi HIV, sementara 587 orang tercatat sebagai pengidap kasus aids.
Demikian pemaparan KPA Sulteng dalam sebuah pertemuan koodinasi yang menghadirkan KPA Kabupaten-Kota, di Aula Bappeda Sulteng, pekan lalu. Selain menampilkan data dalam bentuk tabel, pertemuan yang dibuka oleh Gubernur Sulteng, Longky Djanggola itu, juga mendiskusikan upaya penanggulangan HIV/ADS menuju Sulteng yang sehat dan mandiri.
Aktivis Gema Lentera Peduli Tadulako (Maleo) Sulteng, Agus Saleh Tampakatu, menilai rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh KPA Provinsi baru-baru ini, sejatinya menjadi momen yang tepat untuk melakukan gerakan bersama secara sinergi dalam memerangi aids. Karena itu katanya, intansi Pemerintah terkait, khususnya yang ada di daerah tidak sekedar mengeluarkan kampanye akan bahaya aids, tapi juga pro aktif dalam memberi sosialiasi tentang penyebaran HIV/Aids dan bentuk penanggulangannya.
“Selama ini, terkadang pemerintah lebih banyak mengkampanyekan bahaya penyakit aids, tapi kurang dalam menjelaskan bentuk penyebarannya, sehingga bukannya mengurangi korban, malah membuat pengidap penyakit HIV, terisolasi dari masyarakat”, kata Agus Saleh kepada Kaili Post, usai menghadiri pertemuan di Palu.
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan penanggulangan penyakit yang mematikan itu, komunitas peduli HIV/Aids perlu melakukan maping di daerah masing-masing, dengan melibatkan semua stake holders yang ada untuk mendapatkan gambaran tentang titik rawan, dan wilayah potensi penyebarannya.
Diketahui, dari 13 Kabupaten-Kota di Sulawesi Tengah, Kota Palu masih menempati urutan teratas, dengan jumlah orang yang terinfeksi HIV mencapai 610 orang, Kabupaten Banggai 71 Orang, dan Kabupaten Poso sebanyak 54 Orang. **

0 komentar:
Posting Komentar