Program BSPS di Jononunu Dikeluhkan
reporter : roy lasakkaParimo,- WARGA Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa Jononunu Kecamatan Parigi Tengah yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dianggap tidak sesuai.
Menurut beberapa orang warga penerima yang enggan namanya dikorankan menganggap, bahwa bahan bangunan seperti semen yang disampaikan dalam sosialisasi sebelumnya ternyata tidak sesuai ketika disalurkan.
Sontak, hal itu menuai anggapan miring dari warga penerima program bedah rumah BSPS yang berbandrol Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian, yang dialokasikan ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Fasilitator BSPS Kabupaten Parmout, Hidrak yang dikonfirmasi terkait hal itu mengaku heran ketika mendengar adanya keluhan dari warga penerima bantuan di Desa Jononunu tersebut.
Ia mengatakan, dalam daftar bahan-bahan bangunan yang harus digunakan oleh penerima berdasarkan survei harga dan disesuaikan dengan Standar Nasional (SNI) terdapat dua merek untuk jenis semen, yakni Tiga Roda dan Tonasa.
Sedangkan yang telah disuplay oleh pihak ke tiga kata dia, yakni merek semen Tonasa yang harganya pun sudah sesuai petunjuk Harga Satuan Bangunan Nasional (HSBN), yang tidak melebihi dari Rp70 Ribu per sak.
Ia menyebutkan, untuk harga semen yang disuplay bagi program BSPS di Desa Jononunu pun terbilang rendah, hanya mencapai senilai Rp63 Ribu per sak. Harga tersebut berbeda dengan penerima program BSPS di Kelurahan Bantaya, yang mencapai Rp64 Ribu per sak.
"Persoalan itu sudah dijelaskan dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh warga penerima di Desa Jononunu. Saya pun kaget mendengar hal itu, karena setahu sy tidak persoalan lagi di Desa Jononunu dalam pelaksanaan program BSPS," ujarnya. Ia menjelaskan, untuk program BSPS di Desa Jononunu tersebut sebenarnya masih menunggu proses pencairan dana yang dilakukan oleh intansi terkait melalui rekening kelompok.
Pasalnya, selain kelompok warga penerima program belum membuat rekeningnya, SK penerima yang akan ditandatangani oleh Bupati Parmout juga baru rencananya akan diterbitkan. Namun, oleh pihak ketiga selaku pendistribusi bahan-bahan bangunan sudah bersedia untuk mensuplai barangnya tanpa ada paksaan dan telah melalui kesepakatan.
"Sebagai fasilitator, saya sudah berupaya semaksimal mungkin agar program tersebut berjalan dengan baik. Bahkan, hingga melakukan survei harga bahan bangunan pun saya dampingi. Makanya saya heran mendengar persoalan tersebut," terangnya. **

0 komentar:
Posting Komentar