Water Way Sungai La’a
calon reporter biro morut: Jhonny inkiriwang Morowali,- SOLUSI MENGATASI Banjir musiman yang selalu melanda warga Tompira, Bunta dan sekitarnya. Akibat meluapnya sungai La’a yang pernah dikemukakan Bupati Aptripel Tumimomor pada saat-saat menjabat mendekati kenyataan. Water Way sungai La’a akan segera dibangun tahun 2017 ini. “ air itu tidak bisa di bendung. Air harus dibuatkan jalannya agar terus mengalir. Banjir musiman inikan karena bertemunya aliran-aliran sungai besar di Morowali Utara pada saat bersamaan, sementara jalannya tidak disiapkan. Kalau kita Cuma pasrah bilang ini hal biasa, kapan mau maju?”
Kalau banjir begini coba hitung berapa kerugian yang diperoleh petani yang panennya pasti gagal karena tanaman mereka terendam air. Belum lagi hal-hal lain seperti Mengungsi, kata bupati kepada Koran ini beberapa hari lalu. Karena itu Pemerintah Kabupaten Morowali utara melalui Dinas Perhubungan dan Perumahan Daerah tahun ini akan membangun Water Way Sungai La’a untuk Keperluan Petanian.
Di sepanjang jalur ini juga di siapkan Dermaga Pengumpan yang terpusat di Terminal Agro Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur. “ pembangunan Water Way sungai La’a di mulai 2017. Persiapannya program ini sudah kita mulai”, ujar Kepala Bidang Perhubungan Alamsyah di Kolonodale, Rabu (05/07/2017).
Tidak sekedar menyiapkan Waterway, lanjut dia, Pemkap Morut juga mengadakan 13 Unit Perahu Fiber berkapasitas Dua Ton. Fungsinya untuk mengangkat hasil panen dari Dermaga-dermaga Pengumpan. Menurut Alamsyah, pengadaan perahu itu akan terus bertambah seiring perkembangan hasil produksi Pertanian. Namun kedepannya para Petani juga akan diajarkan cara membuat perahu yang bernilai sekitar Rp.50 juta per unit.”Bukan hanya bisa menggunakan para petani Tunggal dan Kelompok Tani yang ada juga akan mendapat Transfer Pengetahuan.
Intinya sumber daya mereka juga akan bertambah, “sebutnya selain meringankan beban petani, Proyek Water Way diharapkan dapat mendongkrat penghasilan pendapatan asli daerah. Hal positif lainnya yang langsung dirasakan petani, ucap Alamsyah, adalah mereka tidak lagi menjual hasil panen kepada para tengkulak. “asas manfaat dari proyek ini jelas”.
Kita juga akan membuka peluang para Investor untuk membeli hasil pertanian agar petani tidak lagi menjual hasil panen pada tengkulak. Semoga pekerjaan fisiknya bisa segera selesai agar Bupati Morowali Utara bisa segera terwujud. **
0 komentar:
Posting Komentar