Oleh : andono wibisono
SEJAK HARI INI-17 April 2017, adalah hari tenang hingga besok (18/04/2017) di perhelatan Pilkada DKI Jakarta. Mengapa harus ikut menyerukan ketenangan aura dinamika politik ibukota itu ke daerah-daerah, jawaban sederhana. Karena geliat dan dinamisnya Pilkada DKI sebagai ibukota sudah tidak dapat dibantah turut menyebarkan dinamika politik dan sosial ke daerah.
Baru terjadi di Indonesia, siklus politik lima tahunan DKI memberikan dampak politik dan sosial luar biasa ke daerah. Bahkan, relawan-relawan dadakan di media sosial, memiliki peran sangat aktif meluncurkan serangan-serangan udara. Mulai dari postingan ejekan, kritikan bahkan menyeruak pada hinaan pada yang kontra dukungan. Pilkada DKI kali ini tidak sekedar memilih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI saja. Tapi sudah memanaskan mesin politik masing-masing daerah menuju Pilkada setempat.
Fenomena ini disadari para politisi nasional, bahkan politisi lokal. Moment ini digunakan sesuai dengan kepentingan masing-masing. Sebut saja, seluruh live streaming debat Pilkada DKI di youtobe saja, menurut laporan ditonton hampir jutaan youtuber. Belum televisi nasional dan swasta nasional. Praktis, Pilkada DKI layak disebut event nasional part one menjelang dinamika politik nasional ke depan.
Terlepas dari semua dinamikanya. Terlepas dari semua hal saling ejek dan serang lewat udara (medsos atau sosmed), hari ini adalah hari seluruh potensi kebangsaan itu harus cooling down. Harus turun semua tensi politik dan imbas sosialnya. Biarlah kita semua memberikan kesempatan pada warga ibukota untuk menentukan pilihannya. Proses dinamika demokrasi sudah dijalani. Apapun nanti pilihan warga DKI, tidak memberikan imbas politik dan sosial lanjutannya. Walaupun felling jurnalis saya mengatakan itu sangat tidak mungkin.
Sudah waktunya, kita kembali menata dan melihat kembali di sekitar atau daerah kita masing-masing. Peran dan kontribusi apa yang harus dilakukan untuk mengisi kepentingan kedaerahan. Pilkada DKI sudah menuju puncak tahapannya. Semua harus dapat memberikan kesempatan dan membangun kembali Indonesia. ***

0 komentar:
Posting Komentar