reporter: Fhardiba
MASUK TAHUN ke 15, berdirinya Kabupaten Parmout, sejak kepemimpinan Longki Djanggola sebagai Bupati Parmout hingga Samsurizal Tombolotutu, jalan penghubung 13 desa yang berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu hingga kini rusak total.
Salah satu anggota legislatif (Anleg) DPRD, Fraksi Demokrat, Imam Muslihun mengatakan, kondisi jalan yang rusak total sudah semenjak dari belum berdirinya hingga telah berdirinya Parmout. Namun disayangkan, jalan itu yang merupakan menjadi akses utama masyarakat hingga kini tidak pernah menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
“Saya sebagai wakil rakyat, sudah berkali-kali mengusulkan jalan itu untuk dimasukkan dalam anggaran APBD, namun baik dari dinas tekhnis hingga pimpinan daerah ini, terkesan acuh dan tidak perduli, padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan akses masyarakat yang menghubungkan dua kecamatan dan 13 desa,” ungkap Imam.
Kata dia, jalan kekantong-kantong produksi pun harus melewati jalan tersebut, tidak ada alternative jalan lain. Jika hujan tiba, lubang-lubang besar pada jalan itu bagaikan sumur karena tergenangi air hujan, dan sebaliknya jika musim panas tiba, debu pada jalan itu menutupi badan jalan yang terlihat oleh pengendara seperti kabut asap.
Dia menuturkan, panjang jalan yang rusak total mencapai 7 kilometer lebih, mulai dari Desa Wanamukti hingga Desa Margapura. Jika melihat anggaran APBD daerah ini yang tiap tahunnya meningkat, bahkan tahun ini mencapai Rp 1,3 Triliun, maka menurutnya APBD dapat memenuhi permintaan pengaspalan di dua desa tersebut.
“Sebelumnya saya sudah pernah menyampaikan aspirasi masyarakat ditingkat DPRD provinsi hingga tingkat DPR RI, namun karena sifat jalan tersebut merupakan jalan daerah, maka baik provinsi maupun pusat tidak bisa memasukkan aspirasi tersebut dalam laporan reses mereka, sehingga kembali lagi karena jalan daerah, maka Bupati dan dinas tekhnis harus segera mengambil sikap, kasian masyarakat,” curhat Imam.
Ditambahkannya, setiap dalam laporan reses, hingga laporan pada tingkat Musrenbang, jalan tersebut dimasukkan untuk permintaan anggaran, bahkan sudah puluhan proposal yang dimasukkan, namun hingga kini tidak ada tindakan apa-apa dari dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai tekhnis. **

0 komentar:
Posting Komentar