Reporter: Dedi Rahmat Dai
KASUS DUGAAN Korupsi bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) melalui dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Donggala kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Palu Rabu (19/4/2017). Sidang menghadirkan saksi ahli dari PU Donggala. Sejumlah pertanyaan dilontarkan jaksa penuntut umum dan hakim.
Anggaran BSPS Rp3 miliar disalurkan tahun 2013 di beberapa desa di Kabupaten Donggala. Dari hasil laporan Dinas PU Donggala hanya desa Sioyong yang menuai permasalahan dengan total 216 unit rumah, karena beberapa orang menduga ada mark up dibalik bantuaa bedah rumah itu.
Bantuan bedah rumah melalui program BSPS yang diserahkan langsung kepada masyarakat di beberapa desa itu mulai terungkap dengan adanya keberatan masyarakat yang tidak terima keputusan sejumlah penerima bantuan yang memutuskan dana bantuan tersebut disisikan sekitar tiga persen untuk pembangunan mesjid.
Dalam panduan BSPS angaran bantuan itu tidak bisa di alih fungsikan, tetapi hasil musyawarah yang dilakukan sejumlah penerima bantuan dan di fasilitasi oleh tim pendamping masyarakat (TPM) memutuskan 215 orang membantu sekitar Rp.200 ribu per orang sementara itu satu orang memberikan bantuan sebesar Rp400 ribu karena satu orang tersebut mendapatkan bantuan sebesar limabelas juta dan sisanya menerima bantuan sebesar tujuh juta limaratus rupiah.
Sementara itu dalam proses persidangan saksi ahli menyebutkan laporan yang di sampaikan kepada pihak kementrian sosial, isi laporan tersebut ada satu orang yang mengundurkan diri dan tidak bersedia menerima bantuan BSPS tersebut. “Hasil laporan pertahun 2014 kemarin ada satu orang yang tidak bersedia menerima bantua BSPS, alasannya apa saya tidak tahu,” jelasnya pada saat di tanyakan oleh hakim.
Sementara itu keterlibatan dua orang terdakwa pemilik tokoh diduga melakukan markup bahan bangunan yang menjadi mitra kerja pengadaan banhan tersebut. Ketiga terdakwa yang di duga melakukan tindak pidana korupsi itu terus bergulir hingga menunggu putusan akhir dari pihak pengadilan.**

0 komentar:
Posting Komentar