728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 20 Juli 2017

    Rakor Pemprov Bahas Ekonomi & Kemiskinan

    Sumber: Humas pemprov 

    Palu,- GUBERNUR diwakili Derry. B. Djanggola, MSi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Wakil Bupati Admin Lasimpala, S.IP, Dr Ir Bunga Elim Somba MsC, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra, Dr Ir Rusdi Bachtiar Rioeh SPi MPM MM Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Drs Ridwan Mumu MSi Kepala Biro Humas & Protokol, Tuti Zarfiana SH MSi Kepala Biro Administrasi Perekonomian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Direktur Bank Sulawesi Tengah pada 19 Juli 2017 membahas Rapat Kordinasi berkaitan dengan perekonomian dan kemiskinan di Sulteng, di Hotel Pink Kabupaten Tojo Una-una.

    Rakor Perekonomian 2017, kata Dery semoga memberi langkah-langkah yang strategis dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Sulteng Triwulan I 2017 terhadap Triwulan I 2016 (y-on-y) tumbuh 3,91 persen. 

    Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas 11,71 persen, adapun dari sisi Pengeluaran terjadi pada Komponen Impor Luar Negeri Barang dan Jasa yang tumbuh 81,34 persen.  Lebih lanjut disampaikan bahwa ekonomi Sulteng Triwulan I-2017 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar -0,09 persen. Dari sisi lapangan usaha, kontraksi terendah terjadi pada Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi yang turun sebesar -4,13 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran kontraksi terendah terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (-16,44 persen). Jika melihat dari angka-angka ekonomi Sulteng TW I-2017 dibanding TW IV -2016 (q to q) relatif stagnan karena adanya kontraksi dari beberapa kinerja bidang usaha. (sumber : BPS Sulteng). 

    Inflasi merupakan suatu hal yang menjadi perhatian pihak-pihak terkait (Pemerintah dan Bank Indonesia), berdasar-kan laporan Bank Indonesia bahwa perkembangan harga-harga barang dan jasa di Sulawesi Tengah semakin terkendali. Tekanan inflasi pada triwulan I 2017 sedikit meningkat seiring masih berlangsungnya dampak lanjutan anomali cuaca La Nina. 

    Namun, dengan koordinasi yang baik melalui TPID, kami optimis target inflasi akhir tahun 4±1% akan dapat tercapai. Berdasarkan data BPS Sulteng, Laju inflasi tahun kalender sampai dengan bulan Juni 2017 sebesar 3,94 persen, sedangkan inflasi year on year (Juni 2017 terhadap Juni 2016) di Kota Palu adalah sebesar 5,23 persen. yang dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yakni sebesar 9,29 persen. Ini akibat dari naiknya tarif angkutan udara sebesar 0,54 persen, listrik sebesar 0,28 persen dan komoditas tomat buah sebesar 0,11 persen. 

    Trend kenaikan laju inflasi tahun kalender di Kota Palu juga terlihat sejak Januari 2017, yakni sebesar 1,32 persen. Fenomena tersebut berlanjut pada bulan berikutnya, yakni inflasi sebesar 0,29 persen dengan laju inflasi tahun kalender sebesar 1,61 persen. Kemudian berlanjut pada bulan Maret 2017 dengan inflasi sebesar 0,25 persen dan laju inflasi tahun kalender sebesar 1,86 persen. 

    Kenaikan harga tiket pesawat memberi kontribusi tertinggi, terhadap inflasi di Kota Palu pada Juni. Yakni dengan kontribusi sebesar 0,54 persen. Dan TDL berada di urutan kedua, dengan kontribusi sebesar 0,28 persen. Sementara kelompok bahan makanan yang dikhawatir-kan menjadi pemicu utama inflasi bulan Juni, tidak terjadi. Bahkan, secara umum selama bulan Juni harga bahan makanan selama Juni justru mengalami penurunan harga. Turunnya harga berbagai jenis bahan kebutuhan pokok yang berdampak pada deflasi pada Bulan Juni 2017 merupakan buah dari upaya luar biasa yang dilakukan oleh Pemda, Bank Indonesia, Bulog dan OPD serta instansi terkait lainnya.

    Perkirakan harga-harga komoditi akan mengalami kenaikan pada hari-hari besar yang mana biasanya permintaan bahan pokok akan meningkat yang secara otomatis akan membuat harga pokok melambung tinggi. Harapannya kepada masing-masing Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk membuat langkah-langkah agar harga bahan pokok dapat ditekan dan tetap stabil. **

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Rakor Pemprov Bahas Ekonomi & Kemiskinan Rating: 5 Reviewed By: iksan
    Scroll to Top